Seni Rupa

Oct. 11th, 2015 07:28 pm
tira_missu: (penguin)
Jika seni rupa itu hanyalah sebuah penggambaran yang dipotretkan menggunakan panorama yang sudah ada maka saya tidak berada di sana. Dan dari awal saya merasa saya tidak pernah akan menjadi bagian dari mereka.

Apabila mereka membuat suatu karya dan hanya mengatakan, “ini karya baru saya. Saya menggambarkannya karena ini dan terinspirasi oleh ini,” maka benar sekali saya tidak akan mau berada di dalam sana.

“Karyaku punya watak, dan mereka punya cerita hebat yang ingin disampaikan.” Maka datanglah padaku dan ceritakan.

Aku mencari dengan langkah tidak karuan. Melihat betapa mudah menemukan sekawananku secara maya tetapi begitu sulit di dunia nyata, dunia dimana mata bertemu mata.
tira_missu: (megane girl smile)
If you hear my phone goes "dung dung", it's not that I have a new message or other notifications.
It's just I LOVE PASTA calling.
And believe me when I told you that I will definitely run to my phone right away. Really right away. Because what? It's I LOVE PASTA.
My mom always shout, "Why the hell you run faster to your phone than to me when I call you for help?!" Please mom, I've told you in million times, because it's I LOVE PASTA.
#ILOVEPASTA I LOVE EATING #PASTA

 
tira_missu: (boy headset)
Aku tak pernah menganggap semua ini adalah lelucon. Rasanya tak pantas tertawa senang saat mengetahui berita duka tersebut.

"Demonica kecil sedang berpetualang di bawah laut bersama 207 penumpang pesawat lainnya."

Tidak lucu, bukan?

Tapi kenapa Steven sepertinya kelihatan bahagia?

tira_missu: (Hm?)

Sejak itu pula otakku selalu menciptakan alasan-alasan yang ntah bisa dikatakan bagus atau tidak tentang kegagalanku. Tentang kepengangguran seseorang yang seharusnya melanjutkan sekolah atau pergi untuk bekerja.
 

“Aku tak menyalahkan kalian.” Kataku pelan hampir berbisik.
 

Mereka masih di sana, bertengkar akan sesuatu yang seharusnya sudah ada patokannya tapi salah satu dari mereka dengan sadar atau tidak, selalu memutar balikkan hal itu dengan kepercayaan diri yang tinggi.
 

Memang aku tak menyalahkan mereka, tapi aku ingin menyalahkan mereka. Apa aku harus menyalahkan diriku sendiri atas semua kebodohan yang terjadi? Atau aku harus menyalahkan Tuhan? Siapa yang mau dilemparkan halilintar dahsyat ke sekujur tubuhnya?
 

Selama ini aku selalu diam mendengarkan dan mengikuti apa yang mereka mau. Berkata, “terserah kalian,” dengan senyum lebar menyakitkan pipi.

Kalau begitu apa keinginanku yang sesungguhnya? Apa impian yang ingin kuraih? Cita-citaku?
 

-Malaikat palsu itu mulai menangis, tersungkur, dan meraung luka di atas lantai yang dingin. Terisak dalam penderitaan keluarga yang dibinanya bersama lelaki setengah tak tahu diri.-
 

Masa depan, cita-cita, dan impian tidak bisa menjadi nomor satu untuk saat ini. Atau mungkin selamanya.
 

Aku sudah tak yakin dan percaya ada harapan untukku menangkap kunang-kunang indah bernama impian. Tidak akan bisa ditempat seperti ini.
 

Di lingkungan yang mana banyak lelaki tolol dan bodoh menuntut hak sedangkan kewajibannya hampir tak pernah ia kerjakan.
 

Apa dia tak malu?
 

Tak tahan dengan pemandangan di depan mata, aku pun bergegas sembunyi ke dalam kamarku di lantai atas. Menutup pintu rapat, menguncinya, dan mengumpat sedikit sambil menendang-nendang pintu yang sudah memudar warna coklatnya tersebut. Sumpah serapahku berlanjut saat menyadari jendela kamarku masih terbuka lebar di malam penuh badai seperti sekarang ini.
 

Rentetan air hujan membasahi bagian ujung meja belajarku yang terletak persis di depan jendela. Umpatanku semakin nanar saat beberapa lembar gambar yang aku kerjakan dari kemarin subuh terbang terbawa angin melewati jendela.
 

Kakiku melangkah tanpa menghiraukan ketakutanku.

coming like a falling star ☆

Seriously this is not about my awfully beautiful life. It's just about my twisted interest, or you can say my super hyper terrible writing exercise.

You know, I don't really have talent in expand the word, beauty it, make such normal characters or even a great plot, but well you have to accept that I'm here to show you that.

Aha.

Not funny.

Half in asdf english but for some reason I want to use my mother language for every post

Don't blame me

Tags

Style Credit